Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2012

Gempa ternyata belum berhenti walau sesaat. Terus memberikan efek tekanan dan deformasi zona kegempaan dalam waktu singkatkini telah mengancam wilayah-wilayah potensi di Indonesia yang memberikan akumulasi semakin kuat bagi kehancuran beberapa patahan sehingga semakin tertekan.

Pada daerah kritis gempa diwilayah Indonesia yang membentuk grand design gempa strategis berikutnya. Dimulai dari Pantai Barat Sumatera, Aceh 2004, Nias 2005, Bengkulu 2007, Sumbar 2009, Mentawai 2010, Simeulue 2012, kembali lagi Bengkulu atau Lampung?

Pola tekanan energi medan stress dari gerak relaksasi bumi di Patahan Laut Jawa akan menerus dan bersambung hingga ke Patahan Pegunungan Merantus di Kalimantan Timur. Batas alamiah dari kontinen Kalimantan masih berhubungan dengan kondisi geologi kegempaan di sekitar di Laut Sulawesi.

Sehingga dekade ke depan diprediksi akan ada gempa dahsyat di atas 7.0 Skala Richter (SR) berlangsung di Indonesia secara beruntun. Pola ini telah akan diawali gempa di Blok Aceh-Nias dengan kejadian gempa Mentawai 2010 dan Gempa Simeulue 2012 dengan kekuatan mencapai 8,9 SR (versi USGS) yang terjadi pada  Rabu, 11 April 2012.  (more…)

Advertisements

Read Full Post »

Meneropong kejadian gempa sepanjang tahun 2011 dan 2012 ini, mungkinkah dapat terjadi gempa-tsunami ke Selat Malaka? Tulisan ini bukan meramalkan akan terjadi tsunami melainkan mengingatkan kita agar tetap waspada dan faktor-faktor apa yang dapat memicu terjadinya gempa yang diiringi tsunami ke Selat Malaka, agar diantisipasi dan sebagai bahan masukan kepada masyarakat agar mengetahui kondisi tempat tinggal mereka diwilayah tersebut agar sekali lagi tetap waspada.

Jika melihat fakta kejadian gempa dari tahun 2004 hingga 2011 maka bukan mustahil dapat saja terjadi, sebab kejadian gempa tsunami Chili dengan kekuatan 8.5 SR mampu menjangkau areal 900 km ke pantai Tonga dan Utara Pulau Biak pada tahun 2010, lalu gempa tsunami melanda Jepang (11/3/20011) dengan kekuatan 9.0 SR menjangkau wilayah 1.100 km ke pulau-pulau Pasifik Selatan, gempa Aceh-Andaman dengan kekuatan 9.2 SR mengirimkan “pesan bahaya” ke Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Pantai Timur Afrika sejauh 5.000 km. Tsunami di Selat Malaka akan lebih dahsyat dari kejadian tsunami manapun yang pernah terjadi di muka Bumi.

Sebabnya, Selat Malaka itu menyimpan potensi lebih maut karena sepanjang Selat Malaka memiliki kondisi ideal tempat jalur tol bagi air bah raksasa, terletak ditengah jalur perairan antara dua pulau dengan luasan Selat yang sempit, dibeberapa tempat bagian Selat itu ada ukuran mencapai 5 km, bentuk morfologi pantai dengan topografi ke daratan tiap lintasan tsunami dapat mencapai 5-15 m karena daratan di sepanjang Selat Malaka ketinggiannya di permukaan air laut mencapai 5-12 meter.  (more…)

Read Full Post »

I. AREA : Sumatera Barat & Bengkulu

 

Results found near point: (101.999, -4.993)

Tsunami Event: SW. SUMATRA: 1770/??/??
Date: 1770/??/??
Latitude: -5
Longitude: 102
Location Name: SW. SUMATRA
Country: INDONESIA
Event Validity: Probable Tsunami
Earthquake Magnitude: 7
Tsunami Intensity: 0.5
Comments: 1770, no date, 5 S, 102 E, magnitude 7. In the Bengkulu district (Sumatra Island), there was a very strong earthquake. A settlement was destroyed. The ground cracked. One of the cracks had a length of 500 m, a width of 3 1/2 m and a depth of 8 m, and from it oozed a bituminous substance. At the same time, a section of coast near the mouth of the Padang Gutongi River, which flows in the Mana district, dried up. Finally, a tidal wave occurred simultaneously with the earthquake.

As Wichmann notes, the year given is tentative. The event could have coincided with the earthquake experienced at Bengkulu by Ch. Miller, who says: One earthquake, in particular, after my arrival here was very strong and did much damage in the country. The Dempo Volcano, visible from Fort Malboro at Bengkulu and smoking almost constantly, ejected flames during the earthquake (Wichmann, 1918). (above from reference #414)

Tahun 1770, tanpa tanggal, koordinat : 5 S, 102 E, berkekuatan 7.0 di Bengkulu (Sumatera), terjadi gempa bumi yang sangat kuat. Sebuah pemukiman hancur. Tanah retak. salah satu retakannya sepanjang 500 m,lebar 3,5 m dan kedalaman 8 m, serta mengeluarkan gas. Pada saat yang sama, di muara pantai dekat mulut Sungai Padang Gutongi di Manna , air sungai mengering dan kemudian gelombang tsunami terjadi secara bersamaan dengan gempa bumi.

Dari catatan Wichmann. kejadian bertepatan dengan gempa yang dialami di Bengkulu oleh Ch. Miller, yang mengatakan: “gempa bumi sangat kuat, terjadi setelah kedatangan saya di sini dan terdapat banyak kerusakan di daerah tersebut . Gunung Dempo, terlihat dari Fort Malboro di Bengkulu berasap terus-menerus, dan menyemburkan api selama gempa bumi terjadi” (Wichmann, 1918). (dari referensi # 414)     (more…)

Read Full Post »

 

 

Menanggapi kerisauan masyarakat Sumatera Barat atas surat Edaran Gubernur Sumatera Barat tentang Siaga Darurat Bencana Gempa bumi dan Tsunami melalui berbagai media, maka Komunitas Pemerhati Seismik Indonesia menanggapi hal tersebut  sebagai berikut:

1. Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat tersebut  diperuntukkan bagi Kepala Daerah Kabupaten dan Kota se Sumatera Barat khusus yang berada di pesisir pantai sumatera barat.

2. Surat Edaran Gubernur tersebut dimaksudkan untuk membangun kesiapsiagaan pemerintah daerah terkait dan  mempersiapkan segala sesuatu  yang terkait pengurangan resiko bencana, hingga akhir Juni 2012. Dengan demikian bukan berarti Gempa Besar di zona megathrust “dipastikan” oleh pemerintah daerah akan terjadi antara April sampai akhir Juni 2012.

3. Gempabumi dan Tsunami  bisa terjadi kapan saja menurut kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, namun perlu digaris bawahi ,secara ilmiah bahwa gempa bumi sampai saat ini hanya dapat diprediksi peluang atau potensi terjadinya, bukan kapan waktu dan lokasi tepat terjadinya.

4. Mengajak masyarakat Sumatera Barat untuk bijak dan pro aktif menggali informasi tentang kegempaan dan juga informasi mitigasi atau pengurangan resiko bencana dari berbagai sumber.

5. Mengajak masyarakat Sumatera Barat khususnya yang berada di pesisir pantai agar tetap waspada dan siaga namun tetap melaksanakan aktifitas sehari-hari seperti biasa.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerja samanya kami haturkan terima kasih.

Padang, 7 Mei 2012
SALAM WASPADA.

Komunitas Pemerhati Seismik Indonesia

Read Full Post »

 

(more…)

Read Full Post »