Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2011

Prediksi gempabumi merupakan kegiatan yang sangat mengandung resiko sosial dibanding dengan prakiraan cuaca. Secara teoritis gempabumi merupakan gejala alam biasa oleh sebab itu sebelum peristiwa alam itu terjadi semestinya akan terdapat perubahan parameter fisis yang mendahuluinya atau yang disebut sebagai precursor. Yang menjadi masalah adalah secara operasional untuk melakukan pengamatan precursor ini memerlukan usaha dan dana yang tidak sedikit.

Dari banyak precursor itu diantaranya adalah hasil eksperimen di laboratorium menunjukkan bahwa sebelum terjadi gempabumi maka batuan di sekitarnya akan mengalami perubahan parameter-parameter seperti : tahanan listrik akan menurun, adanya perubahan stress dan strain, adanya fluktuasi unsur radon, perubahan permukaan air bawah tanah, perubahan suhu air bawah tanah, dan lain-lain.

Kegiatan prediksi gempabumi, mencakup tiga hal yaitu, kapan gempabumi akan terjadi, dimana terjadinya dan seberapa besar kekuatannya. Di Jepang kegiatan ini mulai dilakukan sejak tahun 1965 dimana dalam perencanaannya terdapat empat bagian, yaitu pengamatan untuk kegiatan prediksi jangka panjang, pengamatan untuk kegiatan prediksi jangka pendek, penelitian dasar, dan kerjasama dengan institusi luar.       (more…)

Advertisements

Read Full Post »

Sejak beberapa dasawarsa para seismolog memiliki impian, dapat meramalkan dengan tepat kapan dan dimana gempa bumi hebat akan terjadi. Pada awal tahun 90-an, para seismolog mencapai terobosan besar dalam penelitian gempa. Walaupun pola gempa bumi amat rumit, dan sifat patahan, sesar atau penujaman sulit diramalkan, namun penelitian seismik terbaru menunjukan, adanya kaitan antara satu gempa besar dengan gempa berikutnya.

Dengan optimisme yang dibarengi sikap berhati-hati, para ahli gempa melihat adanya peluang besar bagi peramalan gempa secara akurat. Kuncinya adalah dengan meneliti pola interaksi antara satu gempa bumi dengan yang lainnya. Pengenalan Interaksi antar gempa semacam itu, akan sangat berguna bagi peramalan gempa bumi. Sekarang ini, mayoritas peneliti gempa menganut pendapat, sebuah patahan atau penujaman akan tenang kembali, setelah terjadinya gempa dan gempa susulan. Situasi tenang dapat berlangsung sampai beberapa ratus tahun, hingga kerak bumi dapat kembali menghimpun energinya, dan melepaskannya sebagai gempa. (more…)

Read Full Post »

Dia anak muda yang masih belia. Umurnya 21 tahun. Namanya Wang Chungqing. Tapi, dialah yang menyelamatkan Kabupaten Qinglong dari bencana besar. Tak satu pun orang meninggal di daerahnya. Padahal, akibat gempa terbesar di dunia selama satu abad ke-20 yang terjadi pada 1976 lalu itu luar biasa. Di Kota Tangshan, tetangganya, jumlah orang yang meninggal mencapai 280.000 jiwa (melebihi korban tsunami Aceh).

Yang dilakukan Wang Chungqing kini tercatat dalam dokumen internasional yang semestinya bisa menjadi pelajaran bagi negara-negara yang berpotensi terkena gempa. Dokumen itu lengkap menyebutkan apa yang diprogramkan Wang dan bagaimana menerapkannya dalam action plan. Memang, tercatat satu orang meninggal di Kabupaten Qinglong saat itu, namun ternyata akibat serangan jantung.

Dua tahun sebelum gempa, Wang ditunjuk sebagai kepala kantor penanggulangan gempa di kabupatennya. Memang, tidak ada penjelasan mengapa pemerintah berani mengangkat pejabat semuda itu. Saya sedang berusaha bertemu anak itu yang sekarang tentu umurnya masih 50 tahun. Tentu saya tidak bisa mencarinya dalam waktu singkat karena kesibukan saya di Tianjin saat ini. Kalau saja saya masih wartawan seperti zaman muda dulu, pasti orang tersebut sudah saya temukan.
(more…)

Read Full Post »