Feeds:
Posts
Comments

Archive for September, 2011

Hasil Riset kegempaan dari Tim Peta Gempa dan Animasi Tsunami untuk kawasan Cilegon,Banten dan Jawa Barat dari DR.Hamzah Latif

(more…)

Read Full Post »

Serangkaian sesar anjak aktif (back thrust) ditemukan di Timur Laut Kepulauan Mentawai. Selain itu, ditemukan jejak longsoran bawah laut di wilayah tersebut yang menjadi pemicu terjadinya tsunami di wilayah tersebut.

”Temuan ini menjadi penting, karena selama ini sumber gempa diketahui diakibatkan subduksi di wilayah tersebut. Namun, kini ditemukan back thrust di Timur Siberut serta longsoran bawah laut wilayah tersebut,” ujar Danny Hilman Natawidjaya, peneliti Puslit Geoteknologi LIPI dalam Jumpa Pers di Jakarta, Kamis (6/3).

Kalangan peneliti menyatakan sesar anjak aktif (back thrust) merupakan pelengkap dari megathrust (zona subduksi) yang secara umum mengalami runtuhan (rupture) selama terjadinya gempa, seperti yang terjadi pada 2004, 2005, dan 2007.

Selain itu, di wilayah penelitian sepanjang Siberut hingga Engano tersebut, juga ditemukan bekas tanah longsoran bawah laut yang sangat besar yang berkaitan dengan gempa-gempa yang terjadi sebelumnya.

”Ini merupakan temuan penting, karena selama ini kita tidak bisa menjawab terjadinya tsunami lokal di beberapa tempat di wilayah tersebut, kendati sistem peringatan menyebutkan gempa tidak berpotensi tsunami. Jadi, kini diketahui longsoran bawah laut bisa menimbulkan tsunami. Dari  jejak-jejak longsoran tersebut kemungkinan menjadi penyebab tsunami pada 1797 di Padang yang mencapai ketinggian 5 meter,” ujar Haryadi Permana, peneliti Puslit Geoteknologi LIPI.

Dalam penelitian Pre TI-GAP (Pres-Tsunami Investigation of Seismic) yang berlangsung selama 21 hari (15 Februari-6 Maret) ini, LIPI bekerjasama dengan Institut de Physique du Globe (IPG) de Paris, Perancis yang dipimpin Prof Satish Singh. Peneliti lainnya, yaitu BPPT, MGI, dan Dewan Kelautan dan Perikanan.

Wilayah cakupan penelitian meliputi daerah sepanjang 500 km pada segmen Timur Laut Kepulauan Mentawai. ”Lebih 900 km persegi data batrimetri resolusi tinggi dan 800 km data seismik pantul terekam,” tutur Prof Satis Singh, peneliti IPG Perancis. (Lea)

 

 

 

Sumber : portal.ristek.go.id

Read Full Post »