Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘evakuasi’

 

(more…)

Advertisements

Read Full Post »

Sumatera Barat memiliki garis pantai sepanjang lebih kurang 375 km, berupa dataran rendah sebagai bagian dari gugus kepulauan busur muka. Perairan barat Sumatera memiliki kondisi tektonik aktif, karena merupakan bagian dari pertemuan antara Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia yang dicirikan oleh kegempaan aktif. Gempa-gempa besar (di atas Mw7) yang berpusat di dasar laut sering terjadi di wilayah ini dengan kedalaman relatif dangkal. Gempa-gempa yang sering menimbulkan tsunami di perairan barat Sumatera tersebut perlu diwaspadai, terutama di kawasan pantai yang padat penduduk.

Gempa yang diikuti Tsunami besar di Aceh pada 24 Desember 2004 telah mengakibatkan kerugian yang sangat besar baik sosial, ekonomi, fisik maupun lingkungan. Kebanyakan korban adalah masyarakat rentan yang tinggal di daerah pesisir dataran rendah di tepi pantai tanpa pengetahuan tentang bahaya tsunami serta dampaknya, tanpa kesiapan dan kewaspadaan yang cukup dalam menghadapi bencana alam tsunami dan tanpa tempat evakuasi dan peringatan dini.

Namun demikian resiko kehilangan nyawa akibat bahaya tsunami dapat diminimalisir diantaranya dengan mengaktifkan sistem-sistem peringatan dini tsunami baik secara resmi maupun secara kearifan lokal, meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap bahaya alam, meningkatkan kesiapan dan kewaspadaan masyarakat, meningkatkan mutu pengelolaan bencana dan tentu dengan sistem evakuasi yang lebih efektif dan lain sebagainya.

Kota Padang yang berbatasan dengan Lautan Hindia berpotensi untuk terancam bahaya tsunami yang dipicu oleh adanya gempa tektonik pada zona sub-duksi lempeng Hindia-Australia dan Eurasia, yang berjarak sekitar 200 km dari tepi pantai barat kota ini. Mayoritas penduduk dan aktivitas warga Kota Padang berpusat di wilayah pesisir, termasuk sekolah, rumah sakit dan perkantoran serta perdagangan. Kondisi ini menyebabkan masyarakat yang berada di wilayah pesisir menjadi rentan terhadap bahaya tsunami. Penduduk Kota Padang yang terancam bahaya tsunami tersebut berjumlah sekitar 406,879 jiwa

Tingginya jumlah populasi masyarakat yang bertempat tinggal dan beraktifitas di wilayah pesisir Kota Padang meningkatkan kerentanan terhadap bahaya tsunami. Walaupun frekuensi kejadiannya lebih rendah dibandingkan dengan bahaya alam lainnya seperti banjir dan longsor, tetapi dampak yang ditimbulkannya akan sangat luas baik korban jiwa, luka-luka, harta benda dan kerugian lingkungan. Karena itu kejadian tsunami yang cukup besar sering dikatakan sebagai sebuah bencana atau catastroph.

Resiko bahaya tsunami selain disebabkan oleh adanya potensi bahaya itu sendiri, dipengaruhi pula oleh tingkat kerentanan masyarakat di zona bahaya tersebut. Bahaya tsunami merupakan suatu fenomena alam yang berada diluar jangkauan manusia untuk mengaturnya, sedangkan kerentanan merupakan hasil perbuatan atau kegiatan manusia. Interaksi kedua komponen tersebut menyebabkan terjadinya resiko. Oleh karena itu untuk mengurangi resiko yang ditimbulkan oleh bahaya tsunami maka tingkat kerentanan masyarakat harus dapat dikurangi diantaranya melalui peningkatan kapasitas serta menerapkan sistem evakuasi dan peringatan dini yang baik. (more…)

Read Full Post »

Peta Landaan Tsunami  ( klik gambar untuk perbesar)

(more…)

Read Full Post »